Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang segera menangani jalur evakusi di kawasan Gunung Merapi.
Pasalnya, kondisi jalan tersebut memprihatinkan, mengingat status gunung di perbatasan Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut kini waspada.
"Saya mengerti jika kemarin anggaran dari Pemkab Magelang ada sedikit kendala sehingga mundur. Tetapi saya minta ada anggaran yang disiapkan untuk perawatan (jalur evakuasi)," kata Ganjar di Magelang, Jumat (2/5/2014).
Ia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya ingin mengumpulkan para pengusaha, sopir truk, dan pihak-pihak terkait untuk bermusyawarah mencari solusi terbaik menangani jalur evakuasi tersebut.
Ganjar juga menjelaskan, hal ini penting untuk dilakukan agar jalur evakusai bisa segera dapat digunakan oleh masyarakat ketika kemungkinan terburuk terjadi pada Merapi.
"Saya berkeyakinan kalau bantuan dana dari Pemerintah Provinsi cukup untuk itu. Tetapi jalur evakuasi ini kewenangan dari Pemkab Magelang, jadi saya harap pemerintahan yang sekarang bisa menyesuaikan," katanya.
Ia mengaku sangat memberi perhatian serius dengan kondisi jalur evakuasi di wilayah Kabupaten Magelang dan sekitarnya.
"Kami terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pihak-pihak terkait mengenai perkembangan terkini dari Merapi," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!
-
Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi