Suara.com - Tersangka kekerasan seks terhadap puluhan anak di Sukabumi, Jawa Barat, AS alias Emon, memiliki keinginan untuk menikah.
Hal itu disampaikan So, ibu dari Emon. Pihak keluarga menyebutkan AS mempunyai pacar dan sudah merencanakan ingin menikah karena adik laki-lakinya sudah menikah lebih dahulu.
"Emon sering membawa pacarnya ke rumah dan tidak menunjukan hal-hal yang negatif, bahkan sudah punya rencana ingin menikah dalam waktu dekat ini karena malu dengan adik-adiknya," kata So, Senin (5/5/2014).
Menurut So, kehidupan sehari-hari Emon pun cukup baik dan bersahaja serta dekat dengan masyarakat. Selain itu, setiap ada kegiatan di masyarakat pun Emon selalu ikut.
Dia saat ini bekerja di salah satu pabrik di Kota Sukabumi dan menjadi tulang punggung keluarga. Diakuinya, Emon senang dengan anak-anak tapi tidak menyangka punya kelainan seksual terhadap anak-anak.
Lebih lanjut So menyatakan, Emon yang merupakan yatim juga tidak pernah menunjukan hal yang negatif sejak dari kecilnya dan cukup dengan ibunya tetapi tidak manja. Maka dari itu, dirinya tidak menyangka sama sekali anak pertama dari tiga bersaudara tersebut yang dikenal cukup baik dan rajin melakukan ibadah.
"Saya juga meminta maaf kepada para keluarga korban dan anak-anak yang menjadi korban atas ulah anak saya tersebut, selain itu kami sekeluarga menyerahkan seluruh perkara hukum Emon kepada pihak kepolisian," tambahnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum