Suara.com - Wakil Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Basarah, menyambut gembira bergabungnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam koalisi mendukung Joko Widodo, sebagai calon presiden pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Bergabungnya PKB akan membuat koalisi ini makin kuat.
"Telah terjadi perkembangan politik yang menggembirakan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk bergabung dengan PDIP dan Partai NasDem untuk mendukung Joko Widodo sebagai Capres," ujarnya, Sabtu (10/5/2014) di sela mendampingi Jokowi melakukan safari politik ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PKB Marwan Jafar menerangkan PKB tidak meminta jabatan atau kekuasaan apapun dalam koalisi ini. Menurutnya PKB memilih PDIP untuk bersama-sama menyejahterakan dan bersama-sama memperjuangkan cita-cita politik untuk membangun Indonesia yang lebih baik.
"PKB mencari model kepemimpinan yang tidak berjarak dengan rakyat, dan itu jatuh kepada Joko Widodo," jelasnya.
Kepastian PKB bergabung dengan koalisi PDIP dan Nasdem disampaikan Sabtu (10/5/2014). Keputusan ini sudah melalui persetujuan dewan syuro dan kyai dari seluruh Pulau Jawa, dalam rapat gabungan dewan tanfidz dan dewan syuro PKB di Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyiin Pacung Gowang, Jombang, Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!