Suara.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menilai, perpecahan yang terjadi di tubuh Partai Golkar merupakan sesuatu yang sengaja dirancang (by design).
Menurut dia, perpecahan ini akan memberikan keuntungan kepada Golkar karena siapa pun yang menjadi pemenang maka kader Golkar akan terlibat dalam pemerintahan yang akan datang.
“Ini semacam politik dua kaki, siapa pun yang menang Golkar punya kesempatan untuk tetap berada di pemerintahan. Ini pendapat saya pribadi karena Golkar memang sudah berulang kali menegaskan tidak akan menjadi partai oposisi,” kata Syamsuddin saat dihubungi suara.com melalui sambungan telepon, Kamis (22/5/2014).
Syamsuddin menambahkan, sosok Jusuf Kalla yang digaet sebagai cawapres bagi Joko Widodo akan menggerus banyak suara Partai Golkar. Karena, JK mempunyai pendukung fanatik di wilayah Indonesia Timur.
Ketua Umum Aburizal Bakrie sudah memutuskan Partai Golkar akan berkoalisi dengan capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sementara sejumlah kader muda Partai Golkar menegaskan dukungannya kepada pasangan Jokowi-JK. Alasannya, JK merupakan kader partai Golkar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Pergerakan Pesawat Militer AS Meningkat ke Timur Tengah, Sinyal Eskalasi Konflik?
-
Ancaman Keras Parlemen Iran ke Donald Trump, Intervensi Selat Hormuz Pelanggaran Gencatan Senjata
-
KPK Panggil Lagi Eks Staf Ahli Budi Karya Sumadi dalam Kasus DJKA
-
Siswa SMKN Samarinda Meninggal Diduga karena Sepatu Kekecilan, Menteri PPPA Minta Evaluasi Bansos
-
AS Luncurkan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Klaim Jamin Stabilitas Pasokan Minyak Mentah
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok di Kasus Suap Lahan
-
Anggota DPR Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes Pati, Desak Pelaku Segera Ditangkap
-
Wakil Ketua Komisi X DPR Desak Presiden Prabowo Hapus Cluster Guru, Minta Status Disatukan Jadi PNS
-
Proposal Iran Desak Penarikan Pasukan AS dan Pencabutan Blokade Selat Hormuz
-
Kapal Kargo di Selat Hormuz Mulai Diserang, Dihantam Proyektil Misterius