Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menerima seluruh hasil pemeriksaan kesehatan pasangan capres-cawapres yang dilakukan tim dokter RSPAD Gatot Subroto.
Komisioner KPU Ferry Kurnia mengungkapkan, KPU tidak bakal mengganggu gugat rangkaian proses dan hasil pemeriksaan sebagai kelengkapan syarat pendaftaran dua pasang calon pemimpin pemerintahan tiu.
"Apapun hasil pemeriksaan dokter di sini, kita akan terima. Jadi posisi kita tidak dalam mengotak-atik hasil dari potensi dan otoritas kedokteran," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di RSPAD Jalan Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014)
KPU juga tidak akan melihat salah satu kelemahan dan lebih pada kemampuan para calon seperti yang diamanatkan Undang-Undang Pemilu.
“Semuanya mampu secara jasmani dan rohani secara aktivitasnya, kan seperti itu syarat dalam Undang-Undang seperti itu. Jadi tidak dipilah-pilih," lanjut Ferry.
Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini baru pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) yang menjalani tes pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Tim dokter memeriksa rekam jejak kesehatan, pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikiatrik, pemeriksaan penunjang, serta pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan kesehatan jasmani atau fisik meliputi pemeriksaan kondisi internal tubuh, seperti pemeriksaan jantung, pembuluh darah, paru-paru, bedah, eurologi, ortopedi, saraf, mata, serta telinga, hidung dan tenggorokan (THT).
Sementara pemeriksaan penunjang terdiri dari tes ultrasonografi abdomin, kardio, treadmill test, rontgen, spirometri, audiometri, MRI, hingga CT Scan. Sedangkan pemeriksaan laboratorium meliputi tes darah dan urine, yang terdiri dari hematologi, tes faal, ginjal, serta mencari jika ada indikasi tumor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri