Suara.com - Pasangan capres cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla merilis corak pakaian yang berbeda sebagai identitas baru yang bakal digunakan hingga Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.
Identitas corak pakaian berbeda itu dikenakan oleh keduanya mulai hari ini, Selasa (27/5/2014), sejak pagi hingga saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (26/5/2014).
Jokowi memilih baju kemeja bercorak kotak-kotak, sementara JK menggenakan kemeja putih polos.
Dia mengungkapkan alasan menukar seragamnya yang semula kemeja putih karena ditiru oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
“Kemarin kan kita pakai putih putih, eh di sana itu juga akai putih-putih. Trend setternya itu kita sebenernya,” seru Jokowi saat mengawali pidato.
“Biar diferensiasi. Biar masyarakat tahu. Ya sudah kita putuskan Jokowi pakai kotak-kotak, Pak JK pakai putih. Biar serasi,” sambil mendekati JK yang juga mendampinginya di podium dan disambut tawa peserta Rakernas Nasdem.
Menurut Jokowi, awalnya JK sudah mencoba untuk berseragam kotak-kotak yang mirip dengannya. Tapi sayangnya corak itu dianggap tidak cocok dengan JK.
“Begitu Pak JK pakai kotak kotak. Wah pak JK tampak muda sekali,” gurau Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Massa Aksi di Balai Kota Depok Tuntut Kelanjutan Program MBG: Demi Sejahterakan Petani dan Nelayan
-
Arahan Prabowo ke Bahlil: Pastikan Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Terulang
-
Perlawanan Terakhir Nadiem Makarim Jelang Putusan, Ini yang Akan Diungkap
-
Detik-detik Iran Batalkan Perundingan Gegara Trump Bikin Ulah, JD Vance Kena Getahnya
-
KPAI Sesalkan Pelibatan Siswa dalam Aksi Dukung MBG di Batam: Itu Eksploitasi dan Manipulasi Anak!
-
Prabowo ke Jawa Timur, Hadir Peresmian Jalan dan Penutupan Munas NU