Suara.com - Direktorat Jenderal Imigrasi akan mendeportasi para guru asing yang mengajar di Jakarta International School (JIS). Mulai hari ini, Jumat (6/6/2014), Ditjen Imigrasi mendeportasi satu orang guru yang melanggar keimigrasian.
"Ada satu orang yang akan dipulangkan hari ini," kata Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Yan Wely Wiguna di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Jl. H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/6/2014).
Pemulangan itu dikarenakan para guru tersebut tidak sesuai dengan pekerjaan mereka di JIS.
"SD tapi mengajar di TK, atau guru musik tapi ngajar Bahasa Inggris itu namanya rangkap jabatan, bukan berati tanpa visa mereka pakai visa," ujarnya.
Selain dua puluh WNA yang terbukti melanggar keImigrasian, akan segera dipulangkan pula lima WNA lainnya menyusul akan dipulangkan. Hingga kini kelimanya masih dalam pemeriksaan.
“Kelima tenaga kerja asing JIS di antaranya dua orang berwarga negara Australia dan tiga orang berwarga negara Amerika Serikat,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara