Suara.com - Letjen TNI (Purn) Johanes Suryo Prabowo mengungkapkan dirinya merasa kecewa dan terpaksa menyalahkan seniornya, Wiranto. Kekecewaan Suryo Prabowo itu terkait pemaparan Wiranto mengenai Dewan Kehormatan Perwira (DKP) beberapa waktu lalu.
Sementara terkait masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada tahun 1998, Suryo menerangkan, Wiranto sendiri sebenarnya sudah di vonis oleh pengadilam HAM PBB.
"Karena beliau melanggar HAM, dan beliau diburu," ungkapnya.
Dia menilai pada saat Wiranto mengadakan konferensi pers dan berbicara HAM dirinya melihat mulut Wiranto bergetar dan Suryo menilai ada kebohongan yang di sembunyikan.
"Jangan percaya apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar. Tapi dengan nalar apa naluri," imbuhnya.
Apabila Pak Prabowo sejahat itu, lanjut Suryo Prabowo, artinya dia tidak boleh ke luar negeri. Dan pada jaman BJ Habiebi, dia tidak boleh pulang. Dan menteri luar negeri Amerika Serikat mengirimkan surat, agar Prabowo tidak diijinkan masuk.
"Kan lucu, kalo dia melanggar HAM, harusnya ditangkap dan dihukum itu nalar saya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan