Suara.com - Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, secara tak sengaja memerintahkan perempuan Jepang untuk mati. Itu terjadi karena Abe memakai pilihan kata yang salah dalam blognya.
Sebenarnya tidak ada yang salah dari blog Shinzo Abe. Blog yang dikhususkan untuk mendukung kaum perempuan itu ditulis seperti blog pada umumnya. Bedanya, pada bagian depan blog, Abe memakai kata "Shine!", Bahasa Inggris yang berarti "bersinarlah".
Namun, kata "shine" tidak hanya ada di dalam Bahasa Inggris. Kata tersebut juga ada dalam bahasa Jepang. Celakanya, "shine" dalam bahasa Jepang memiliki arti yang berbeda, yakni "matilah!".
Jadi, jika dihubungkan dengan kalimat selanjutnya, maka artinya menjadi: "Matilah! Semua Perempuan, demi Jepang yang Berjaya!"
Sebenarnya, bukan itu maksud Abe. Jauh sekali dari itu. Lewat perpaduan antara Bahasa Inggris dan Jepang itu, ia ingin mengatakan agar kaum perempuan Jepang berprestasi dalam dunia kerja, tidak hanya di rumah. Dengan demikian, Jepang akan makin berkembang. (Metro)
Tag
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Donald Trump Pede Akan Umumkan Kemenangan Mutlak Perang dengan Iran
-
DPR Bersiap Sahkan RUU Polri Hari Ini, Keputusan Final Ditentukan di Paripurna
-
Jual Mobil Demi Keliling Dunia, Pesepeda Wanita Iran Ini Ungkap Rahasia Bahagia Lewat 'Slow Life'
-
Ayatollah Mojtaba Khamenei: Rezim Zionis Goyang, Tunggu Beberapa Hari Lagi Berakhir
-
Berapa Korban Gempa Filipina? Ini Update Terbaru Per 9 Juni 2026
-
Bos Maktour Kembali Dipanggil KPK Usai Anak Buahnya Ditahan
-
Kilang Petrokimia Mahshahr Iran Jadi Sasaran Rudal Balasan Zionis Israel
-
12 Korupsi Sepanjang Tahun 2026: Rasuah Merajalela, Terbaru Bupati Muara Enim
-
Krisis Pascagempa Filipina, Warga Mindanao Bertahan di Tengah Pemadaman Listrik Massal
-
KPK Lebih Dulu Selidiki Kasus Korupsi MBG Sebelum Kejagung Tetapkan Tersangka