Suara.com - Petugas Kantor Pos di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum mengirimkan seribuan lebih surat Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang ditujukan kepada para pendidik.
Surat yang ditujukan pada jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) setempat itu belum dikirim karena hari libur.
"Ada seribu lebih pucuk surat yang dibuat Bapak Prabowo Subianto yang tertahan di kantor pos yang belum bisa dikirimkan kepada alamat yang dituju, karena hari libur. Misalnya, tidak hari libur semua surat sudah terkirim kepada alamat yang dituju," kata seorang Karyawan Kantor Pos Bojonegoro Slamet, Senin (30/6/2014).
Meski demikian, katanya, sudah banyak surat sejenis yang sudah terkirim kepada alamat yang dituju yang hampir semuanya para pendidik, namun hari libur sejak 22 Juni lalu menjadi kendala.
"Surat ini tetap diusahakan dikirimkan ke alamat yang dituju yang semuanya dengan alamat di lembaga pendidikan. Misalnya, di sekolahan ada penjaganya ya kita serahkan kepada penjaga sekolahan," katanya, menegaskan.
Pihaknya menerima surat yang di depannya terdapat gambar Prabowo Subianto yang ditujukan kepada para pendidik mulai PAUD, TK, SD, sampai SMA, di daerah setempat sejak 21-22 Juni.
"Ketika surat ini sampai di Bojonegoro semua lembaga pendidikan sudah libur," ujarnya.
Menurut dia, melihat bentuk suratnya yang di depan sampulnya terdapat gambar Prabowo Subianto, meskipun tanpa perangko tetap sah, karena ada tanda dari Kantor Pos Pusat.
"Pengiriman surat ini langsung bekerja sama dengan Kantor Pos Pusat," katanya, menegaskan.
Oleh karena itu, pihaknya tidak mempermasalahkan pengiriman surat dari Prabowo Subianto kepada para pendidik di daerahnya itu.
Apalagi, katanya, surat sejenis juga pernah dibuat Megawati Soekarnoputri dan Jusuf Kalla dalam pilpres yang lalu, tetapi dilengkapi dengan perangko. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki