Suara.com - Piala Dunia 2014 belum juga usai, namun organisasi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIL) sudah mengancam akan membom ajang Piala Dunia yang akan digelar di Qatar, tahun 2022.
Kelompok militan itu memperingatkan pada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), jika turnamen itu nekat digelar di Qatar, mereka akan menembakkan rudal Scud.
Ancaman itu disampaikan ISIL melalui laman forum mereka di alplatformmedia.com. Surat kabar Mesir Al Wattan mempublikasi berita tersebut di halaman mereka.
Di laman forum mereka, ISIL menyebut Presiden FIFA dengan nama lengkapnya "Joseph", bukan dengan panggilannya selama ini, "Sepp". Mereka meminta Blatter memilih alternatif tempat lain untuk menggantikan Qatar.
Namun, para ahli meragukan kemampuan ISIL untuk merealisasikan ancaman tersebut. Dalam sebuah foto yang beredar di media sosial bulan ini, ISIL mengarak sebuah rudal yang yang diklaim sebagai rudal balistik Scud di sepanjang jalan Kota Raqqa di Suriah.
Namun, sejumlah pakar menyebut rudal Scud tersebut sepertinya sudah tidak bisa beroperasi lagi. Elliot Nelson, seorang blogger Inggris yang melakukan pelacakan amunisi militer di Suriah justru mengolok-olok rudal tersebut.
"Satu-satunya bahaya yang bisa ditimbulkan rudal Scud itu saat ini hanya jika rudal tersebut tidak sengaja menabrak pejalan kaki yang melintas," kata Nelson.
Tidak diketahui pasti dari mana ISIL mendapatkan rudal tersebut. Namun, sejumlah laporan menyebutkan, rudal itu mungkin dirampas ISIL dari sebuah markas militer pemerintah Suriah bulan September lalu. (News.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara