Suara.com - Keluarga penumpang pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh ditembak di Ukraina mulai berkumpul di bandara internasional Kuala Lumpur, Jumat (18/7/2014). Mereka menunggu kabar terakhir tentang musibah yang menimpa pesawat itu. Pesawat MH17 ditembak jatuh di Ukraina, negara yang tengah mengalami konflik dengan Rusia.
Salah seorang perempuan, Akmar Mohd Noor mengatakan, kakak perempuannya merupakan salah satu penumpang yang ada di pesawat tersebut. Akmar langsung bergegas menuju bandara ketika mendengar jatuhnya pesawat MH17.
“Dia akan pulang dari Jenewa untuk merayakan Idul Fitri bersama kami untuk pertama kali dalam 30 tahun. Anaknya seharusnya juga ikut tetapi dia menolak untuk pergi bersamanya,” kata Akmar.
Akmar juga mengungkapkan kalimat terakhir yang diucapkan oleh kakaknya itu.
“Dia menelepon saya sebelum naik ke dalam pesawat dan mengatakan, sampai jumpa,” ujarnya lirih.
Musibah yang menimpa MH17 merupakan bencana kedua yang dialami oleh maskapai penerbangan Malaysia Airlines pada tahun ini. Sebelumnya, pesawat MH370 hilang pada 8 Maret lalu dan hingga kini masih belum ditemukan.
Pesawat Malaysian Airline MH17 yang berangkat dari Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda pada 12.18 waktu setempat sempat mengalami kehilangan komunikasi ketika melewati wilayah udara timur Ukraina, namun kemudian diketahui bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh.
Pesawat milik maskapai penerbangan Malaysia diduga ditembak jatuh di atas Ukraina oleh gerilyawan pada Kamis, menewaskan 295 orang di dalamnya, kata pejabat kementerian dalam negeri Ukraina seperti dikutip kantor berita Interfax-Ukraina. Pesawat nahas tersebut dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda ke Kuala Lumpur, Malaysia. (AFP/CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik
-
Lokasi Penembakan di Acara Trump Sama dengan TKP Percobaan Pembunuhan Reagan
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU