Suara.com - Sebanyak 1.308 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), diusulkan untuk mendapatkan remisi Lebaran 2014. Termasuk di dalamnya adalah delapan napi kasus terorisme.
Kepala LP Lowokwaru Malang, Herry Wahyudiono, Jumat (25/7/2014), mengatakan bahwa beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengusulkan 1.308 napi di LP tersebut untuk mendapatkan remisi Idul Fitri ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
"Dari jumlah yang kami usulkan itu, sebanyak 1.281 napi diusulkan mendapatkan remisi khusus I, dan sisanya 27 napi diusulkan mendapatkan remisi khusus II. Napi yang mendapatkan remisi khusus II langsung bebas ketika pelaksanaan pemberian remisi," katanya.
Herry menjelaskan, napi yang diusulkan mendapatkan remisi Idul Fitri itu merupakan napi kasus pidana umum maupun kasus pidana khusus. Napi pidana khusus di antaranya adalah yang terjerat kasus narkoba, korupsi, dan terorisme.
Untuk napi kasus pidana umum, kata Herry pula, yang diusulkan mendapatkan remisi adalah yang minimal masa hukumannya enam bulan. Sedangkan napi pidana khusus yang diusulkan mendapat remisi, minimal sudah menjalani sepertiga hukuman. Pemberian remisi kepada napi pidana khusus itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2014 tentang Remisi.
"Kami berharap, napi yang kami usulkan untuk mendapatkan remisi Hari Raya Idul Fitri ini dikabulkan semua oleh Kemenkumham," kata Herry lagi.
Adapun syarat napi untuk mendapatkan remisi khusus Idul Fitri tersebut, selain Muslim, juga harus berkelakuan baik dalam kurun waktu remisi berjalan. [Antara]
Berita Terkait
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Rindu yang Terbayar: Perjuangan Mudik Guru Sekolah Rakyat Kepulauan Anambas
-
263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!
-
DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan