News / Nasional
Jum'at, 25 Juli 2014 | 22:16 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung saat menghadiri rapat evaluasi Pileg 2014, Rabu (16/4/2014). [Suara.com/Bowo raharjo]

Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung meyakini desakan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar sulit untuk direalisasikan lantaran mayoritas Dewan Pimpinan Daerah tidak menginginkannya.

"Untuk merealisasikan munaslub saya kira akan sulit dari komposisi DPD saat ini, karena mereka tidak menghendaki itu," kata Akbar Tandjung seusai memantau pendaftaran gugatan hasil pilpres pasangan Prabowo-Hatta di gedung MK, Jakarta, Jumat (25/7/2014) malam.

Dia menambahkan untuk menyelenggarakan munaslub dibutuhkan sedikitnya dukungan dan persetujuan 2/3 DPD Golkar tingkat I. Persyaratan itu tidak mudah dipenuhi, kata Akbar.

Oleh karena itu, kata Akbar, munas akan dilakukan sesuai rekomendasi Rapimnas Golkar sebelumnya, yakni diselenggarakan pada 2015.

Sebelumnya, sejumlah kader Golkar lintas generasi mendesak munaslub dilakukan sesuai jadwal yakni pada Oktober 2014, untuk mengganti kepengurusan partai yang saat ini dipimpin Ketua Umum Aburizal Bakrie. Mereka tidak setuju jika munas Golkar dilakukan sesuai rekomendasi rapimnas, yakni April 2015.

Kader lintas generasi mengancam apabila munaslub tidak dilaksanakan tahun ini, maka harus dilakukan munaslub. Mereka juga menilai bahwa Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal sudah keluar jalur.

Sementara itu, menyikapi desakan ini, Aburizal menyebut kader lintas generasi yang mendesak munaslub dilakukan tahun ini tidak memiliki hak suara dalam internal Golkar. Aburizal justru menyebut bahwa munas akan dilakukan tahun depan. (Antara)

Tag

Load More