Suara.com - Ribuan warga Kota Makassar memadati ruas jalan Haji Bau Makassar untuk mengikuti 'open house' yang dilaksanakan oleh wakil presiden pemenang pemilu yang telah ditetapkan oleh KPU, Jusuf Kalla, di kediamannya.
"Ingin bersilaturahmi tapi di dalam berdesak-desakan, saya terinjak-injak tapi tidak ketemu Pak Jusuf," kata salah seorang warga yang telah berhasil masuk ke kediaman Jusuf Kalla, Juhariani di Makassar, Selasa.
Juhariani mengaku telah menunggu sejak pukul tujuh pagi dan baru berhasil masuk sekitar pukul setengah sebelas siang waktu setempat. Warga yang lain, Celia, mengatakan dirinya rela menunggu lama karena mengharapkan pembagian uang.
"Katanya ada pembagian, makanya ke sini, saya sudah tunggu tiga jam, tapi belum bisa juga masuk," kata Celia.
Sejumlah warga yang lain memilih untuk tidak masuk ke dalam antrian dan tetap menunggu di sekitar ruas jalan tersebut.
"Setengah mati mau masuk, anak saya hampir pingsan tadi, jadi lebih baik menunggu dulu," kata warga yang lain Hadi, yang lebih memilih menunggu di pelataran ruko yang berhadapan dengan rumah Jusuf Kalla.
Dalam 'open house' ini selain memperoleh kotak makanan, warga juga memperoleh uang senilai Rp50 ribu. "Dapat Rp50 ribu satu orang," kata salah seorang warga bernama Dahlia.
Sejumlah aparat keamanan terlihat berjaga-jaga di sepanjang jalan Haji Bau, menjaga agar para pengunjung tetap tertib. Selain itu dua unit ambulan juga terlihat berjaga-jaga di sekitar lokasi. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK