Suara.com - Kepala Humas PT KAI Daops 1, Agus Komarudin, memprediksi puncak arus balik terjadi pada Jumat (1/8/2014) hingga Minggu (3/8/2014).
"Yang terjual habis itu untuk tanggal 1, 2, dan 3 Agustus untuk arus balik, dan hari itulah puncak arus balik," kata Agus di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Kamis (31/7/2014).
Agus menjelaskan puncak arus mudik atau arus balik Lebaran bukan terletak pada banyaknya jumlah penumpang di stasiun kereta dalam jangka waktu tertentu, melainkan pada banyaknya jumlah pemesanan tiket.
"Puncak mudik atau balik itu bukan pada jumlah penumpangnya yang banyak, tetapi jumlah permintaan yang tinggi atau pemesanan tinggi sehingga cepat habis, dan itu sesuai dengan jumlah seat kereta api. Dan hal ini sudah terjadi untuk tiket balik pada tanggal 1 hingga 3 Agustus besok," kata Agus.
Sementara itu, data arus mudik PT KAI menyebutkan sampai jam 14.00 WIB tadi, telah diberangkatkan sebanyak 443.205 pemudik ke berbagai wilayah di Jawa dengan 54 kereta api reguler dengan 14 kereta api mudik. Rute yang paling padat adalah Jawa Tengah dan Timur.
Tag
Berita Terkait
-
Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia
-
Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara