Suara.com - Kepolisian Papua menahan dua jurnalis Prancis yang tengah meliput kegiatan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dua wartawan tersebut adalah Thomas Dandois (49 tahun) dan Valentine Bourrat (29 tahun).
Kepala Bidang Humas Kepolisian Papua, Sulistyo Pudjo mengatakan, dua wartawan Prancis itu bekerja untuk Arte TV. Saat ditangkap polisi, keduanya tengah berada di sebuah hotel di Wamena bersama tiga anggota kelompok OPM. Polisi menahan keduanya karena tidak mempunyai visa untuk melakukan peliputan di Indonesia.
“Polisi menahan mereka ketika tengah melakukan operasi penangkapan distribusi peluru. Saat melakukan penggrebekan, dua wartawan itu tengah bersama dengan tiga anggota OPM. Mereka belum mengaku liputan apa yang dilakukan tetapi yang pasti mereka berasal dari Arte dan mendapat penugasan untuk meliput di Papua,” kata Sulistyo kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (8/8/2014).
Sulistyo menambahkan, dua wartawan Prancis tersebut belum mengaku kegiatan apa yang mereka lakukan bersama tiga anggota OPM tersebut. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tiga OPM itu berasal dari distrik Lanny Jaya, wilayah yang belum lama ini dilanda peristiwa penembakan terhadap aparat kepolisian oleh kelompok sipil bersenjata.
“Dua wartawan Prancis itu juga belum meminta pengacara. Kami akan menyediakan apabila mereka meminta. Saat ini polisi belum menerima informasi apa pun dari Kedutaan Besar Prancis di Indonesia. Yang pasti mereka saat ini masih tengah diperiksa,” ujarnya.
Kata Pudjo, apabila dua wartawan Prancis itu terbukti melakukan pelanggaran hukum maka mereka akan langsung dideportasi ke negara asalnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali