Suara.com - Sejak dari pembentukan tim sukses saat kampanye Pilpres 2014 sampai dibentuknya Tim Transisi, Puan Maharani jarang muncul mendampingi langsung Joko Widodo yang kini terpilih menjadi presiden versi penetapan KPU.
Perannya hanya banyak terlihat kala PDI Perjuangan mengumpulkan dukungan partai-partai pengusung Jokowi untuk maju di kompetisi capres.
Berkaiatan dengan tim transisi, Deputi Tim Transisi Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Puan Maharani, sedang berkonsentrasi menyusun APBN 2015.
Menurut Hasto, hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai Anggota DPR saat ini yang sebentar lagi demisioner.
"Anggota dewan sekarang, termasuk mbak Puan Maharani, mendapatkan tugas yang sangat berat. Misalnya dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2015 (APBN) ," kata Hasto, di Rumah Transisi, Jalan Situbondo 10, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2014).
Hasto menambahkan, dalam pembahasan APBN 2015, yang melakukan adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekarang dan bukan DPR yang baru dengan waktu terbatas.
Hal senada juga dilontarkan Ketua Tim Transisi, Rini M Soemarno, menurutnya Puan Maharani merupakan Ketua Fraksi PDIP, dan dia melihat program kerja yang sangat padat.
"Kami lihat program kerja seperti APBN atau program kerakyatan yang banyak berhubungan dengan DPR, Itu fungsi ibu Puan sangat dibutuhkan," papar Rini.
Berita Terkait
-
Jokowi Ingin Calon Menterinya Cuti dari Parpol
-
Ini Alasan Tim Transisi Jokowi Pilih Hendropriyono Jadi Dewan Penasehat
-
Ditunjuk Jadi Penasihat, Hendropriyono Ingin Tim Kerja Efektif
-
Ditanya Peran "OI" di Pilpres, Iwan Fals Malah Ajak Nonton Konser
-
Soal Presiden, Iwan Fals: Tunggu Saja Putusan Hukumnya
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural
-
Inul Daratista Tegas Tolak Tawaran Masuk Politik: Takut Jadi Umpan Politik dan Tumbal Keadaan
-
Koalisi Ojol Nasional Tegaskan Tak Ikut Demo 27 Agustus: Driver Harus Waspadai Hoaks
-
Kaltim Masuk 10 Besar Nasional Provinsi Rawan Karhutla
-
Ratusan Kepala SPPG Dipecat, 455 Dapur MBG Ditutup
-
Makan Malam Berubah Jadi Mimpi Buruk, 8 Anggota Keluarga Tewas dalam Penembakan Montana