Suara.com - Puluhan pria dan wanita Polisi anggota Polrestabes Semarang yang dinilai kelebihan berat badan diwajibkan mengikuti program joging pada siang hari.
Para anggota tersebut diminta untuk berkumpul di halaman Polrestabes Semarang, Rabu (13/8/2014), sebelum akhirnya diminta berlari dengan jarak tempuh sekitar lima kilometer.
Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Djihartono mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pelayanan terhadap masyarakat.
"Untuk menjaga penampilan anggota sebagai personel polisi," katanya.
Selain itu, lanjut dia, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga kebugaran anggota dalam bertugas.
"Untuk kesigapan, kalau gemuk kan tidak gesit," tambahnya.
Menurut dia, kegiatan ini digelar dua kali dalam sepekan untuk jangka waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, salah seorang anggota Polrestabes Semarang Aiptu Makmun mengatakan kegiatan ini cukup bermanfaat.
Dia menargetkan turun sekitar 15 kilogram setelah menjalankan program tersebut.
"Biar capek tidak apa-apa, karena memang jarang olah raga," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen
-
DWP Kemensos Gaungkan Kampanye Anti Bullying Remaja Berkarakter dan Berempati di SRMA 13 Bekasi
-
Alarm Demoralisasi Jaksa: PAM SDO Kejagung Diminta Tak Asal 'Sikat' Tanpa Bukti
-
Pakar Sebut Parpol Pamer Kesetiaan ke Prabowo Cuma Kedok: Haus Kekuasaan Demi Modal Finansial
-
Misteri 'Kamar Khusus' dan Keterlibatan Pendukung Ashari dalam Kasus Kekerasan Seksual Santri Pati
-
Cuaca Buruk Hantui Piala Dunia 2026: Panas Terik, Badai Petir Hingga Kualitas Udara Buruk