Suara.com - Ketua Koordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar, Zainal Bintang, menjelaskan alasan mendesak agar DPP Golkar menyelenggarakan musyawarah nasional tahun 2014.
Antara lain, karena akan ada perubahan situasi politik di Indonesia setelah Mahkamah Konstitusi tidak meloloskan gugatan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Dengan kata lain, Joko Widodo-Jusuf Kalla akan ditetapkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2014-2019.
"Kita harapkan dengan adanya pemerintahan sudah format resmi seperti itu, langkah-langkah untuk menyudahi turbulensi politik bisa dilakukan, termasuk Partai Golkar," kata Zainal di Jakarta, Rabu (13/8/2014) malam.
Zainal menambahkan, Eksponen Ormas Tri Karya Golkar melayangkan surat kepada DPP yang isinya mendesak segera dilakukan pembentukan panitia munas.
Apabila sampai tanggal 22 Agustus 2014 panitia belum juga terbentuk, Eksponen Ormas Tri Karya Golkar akan mengambil langkah tegas.
"Dan apabila tidak dilakukan bisa disimpulkan kepengurusan Aburizal Bakrie tidak mempunyai itikad baik," katanya.
Menurut Zainal, itikad baik diperlukan untuk menegakkan konstitusi dan memperbaiki kondisi Partai Golkar yang kian terpuruk.
Seperti diketahui, internal Golkar kisruh. Kisruh muncul setelah Aburizal gagal membawa partai menjadi pemenang di Pileg 2014, kemudian ia gagal menjadi capres, lalu ia memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa tanpa dukungan semua kader, buntutnya terjadi pemecatan sejumlah kader yang dianggap tak sejalan dengan partai yang pro Prabowo.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos