Suara.com - Kampus Universitas Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mendadak terkenal. Bukan karena prestasi mahasiswanya, melainkan karena perdagangan narkoba.
Pihak kampus mengaku sudah curiga dengan ada peredaran narkoba lingkungan universitas sejak lima tahun yang lalu, terutama sejak banyak orang asing sering keluar masuk kampus.
"Dari situ mereka melakukan operasi melakukan peredaran narkoba. Kalau ada yang mau beli, parkir di depan kampus, masuk jemput ke dalam," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat di Jakarta, Jumat (15/8/2014).
Setelah kasus tersebut terbongkar, polisi menyisir lingkungan kampus. Polisi menemukan barang bukti di gedung sekretariat senat.
"Salah satu gedung yang terbagi menjadi kamar-kamar dan seharusnya itu gedung sekretariat senat," kata dia.
Selain narkoba seberat lima kilogram, di kampus tersebut juga ditemukan bom molotov dan berbagai senjata tajam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
-
Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta
-
Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?
-
Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi
-
Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini
-
Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional
-
Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?
-
Mendes Yandri Susanto Bantah Isu Dana Desa Dipotong, Sebut Kopdes Merah Putih Perkuat Ekonomi Warga