Suara.com - Mengaku bisa menggandakan uang, seorang dukun ditangkap Polisi dari Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Penangkapan itu berdasarkan laporan warga yang menjadi korban.
"Korban sudah menyerahkan uang Rp20 juta karena percaya dengan pelaku yang mengaku bisa menggandakan uang. Kami sudah amankan tersangka, berikut barang buktinya," kata Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Wirya Sucipta, Jumat (29/8/2014).
Menurutnya, pelaku berinisial S (70), asal Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, ini menjerat korban dengan melakukan trik sulap mengubah uang Rp10 ribu menjadi Rp50 ribu.
I Ketut Asok, warga Dusun Asri, Kelurahan Gilimanuk, yang kagum dengan keahlian pelaku, segera menyerahkan uang Rp20 juta, dengan harapan bisa menjadi sepuluh kali lipat sesuai janji dukun tersebut.
"Setelah memamerkan kalau mampu membuat uang dari Rp10 ribu menjadi Rp50 ribu, pelaku merayu korban untuk menyerahkan uang, dengan janji bisa digandakan sepuluh kali lipat," ujarnya.
Ia mengatakan untuk menyakinkan korban, uang Rp20 juta tersebut ditaruh dalam sarana ritual, layaknya paranormal dengan minta korban menunggu beberapa hari.
"Korban mulai curiga, saat tiga hari kemudian, pelaku kembali minta uang Rp1.350.000 dengan alasan agar uang yang digandakan bertambah banyak," katanya.
Dari kecurigaan ini, Asok menagih uang yang dijanjikan, namun justru melihat uang yang sebelumnya ditaruh di sarana ritual, sudah tidak ada.
"Sebelumnya korban menyuruh menantunya untuk terus membuntuti pelaku. Saat tahu uang di sarana ritual tidak ada, ia langsung menggeledah dukun gadungan tersebut, dan menemukan uang di kantong celananya sebesar Rp20 juta. Merasa kena tipu, korban melapor kepada kami," ujarnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan