Suara.com - Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak akan mengintervensi kebijakan pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait pengadaan mobil baru Mercedez Benz untuk menteri pemerintahan baru.
Hal itu disampaikan Deputi Tim Transisi, Hasto Kristiyanto di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, (9/9/2014).
“Meskipun kami punya pendapat, tapi hal tersebut biarlah ketika pak Jokowi beliau jadi presiden pada 20 Oktober, seluruh kebijakan disampaikan kepada rakyat. Tapi hal yang terjadi saat ini menjadi sepenuhnya kewenangan SBY terkait pengadaan mobil," ujarnya.
Hasto mengungkapkan, anggaran pengadaan mobil mewah untuk menteri berasal dari APBN Perubahan 2014.
"Ini kan anggaran APBN-P 2014, kami mencermati ketika Jokowi dilantik bagaimana kita mengamankan realisasi APBN. Bagaimana penerimaan agar tidak shortfall, perpajakan harus ada agenda konkrit," kata Hasto.
Hasto mengaku, saat ini pemerintahan Jokowi-JK dengan tim transisi masih membangun komunikasi yang positif terlebih dahulu.
"Sebab, banyak hal positif yang telah diberikan Presiden SBY khususnya dalam proses transisi ini. Namun setelah dilantik, dia meyakini, Jokowi akan fokus realisasi janji kampanyenya," pungkasnya.
Sebelumnya, Berdasarkan pengumuman pemenang lelang bernomor Peng-03/PPBJ-PKMPSM/08/2014 yang diterbitkan situs setneg.go.id, pemenang lelang pengadaan itu adalah PT Mercedes-Benz Indonesia.
Penetapan pemenang lelang ini diputuskan pada 28 Agustus 2014. Anggaran pengadaan mobil dinas menteri mencapai Rp91 miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan