Suara.com - Sebanyak enam tahanan Kepolisian Sektor Pondokgede melarikan diri dari sel tahanan, Jumat (12/9/2014) subuh. Hingga kini Jajaran Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan.
"Para tahanan itu melarikan diri sekitar pukul 05.00 WIB tadi dengan cara mengelabui petugas jaga," kata Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo di Bekasi, Jumat (12/9/2014).
Menurut dia, kejadian itu berlangsung saat petugas mengecek ruang tahanan dan mendapati teralis jendela kamar mandi sudah dirusak.
"Kamar mandinya berdekatan dengan gudang. Mungkin para tahanan itu memanjat ember besar untuk masuk melalui jendela yang teralisnya sudah dirusak itu dan menuju gudang," katanya.
Mereka kemudian kabur melalui atap gudang yang hanya tertutup bahan berupa plastik sehingga mudah dibongkar. Siswo menyebutkan tahanan yang kabur merupakan tersangka kasus kriminal dan narkoba.
Dua tahanan kriminal yang kabur itu ialah Andi alias Ketel dan Adi Saputra alias Acil. Sementara Alinda alias Indra, Pandiaman Situmorang, Fitri alias Petruk, dan Arif Setiawan merupakan tersangka kasus narkoba.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap para tahanan tersebut," ucap Siswo.
Menurutnya, pengejaran terhadap para tahanan kabur dilakukan pihaknya dengan cara melibatkan seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum setempat.
Selain itu, pihaknya juga akan menyebarkan informasi seputar identitas dan ciri-ciri fisik tahanan kepada masyarakat sekitar Polsek Pondokgede untuk mewaspadai keberadaan mereka di tengah masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam