Suara.com - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) akan membacakan vonis buat terdakwa penerima gratifikasi proyek Hambalang Anas Urbaningrum pada pukul 14.00 WIB siang ini, Rabu (24/9/2014).
Pihak kepolisian sudah menjaga gedung Pengadilan Tipikor dengan ratusan personel anggota Kepolisian meski persidangan baru dimulai dua jam lagi.
Menurut Kepala Pos Polisi (Kapospol) Susamto, yang ditemui di Pengadilan Tipikor, pengamanan diperketat hingga empat kali lipat dari persidangan sebelumnya.
"Pasukan bertambah, biasanya 30 aparat menjadi 130 aparat," kata Kepala Pos Polisi (Kapospol) Susamto.
Berdasarkan pengamatan di lapangan, di pintu masuk lobi gedung Pengadilan Tipikor juga dipasangi metal detector.
Hal ini dilakukan untuk mengantispasi pengunjung, khususnya massa pendukung Anas yang ingin memberikan dukungan kepada bekas Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
Untuk diketahui, massa pendukung Anas memang selalu memenuhi ruangan sidang ini. Mayoritas pendukung berasal dari Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Pengacara Anas, Firman Wijaya tidak mengomentari atas pengamanan ketat tersebut. Dia hanya mengharapkan agar Majelis Hakim dapat memutuskan kasus yang menimpa kliennya secara objektif dan berdasarkan fakta persidangan.
"Kita berharap Mejelis Hakim dapat memutuskannya secara objektif, berdasarkan fakta, tanpa melalui persepsi dan opini," kata Firman.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
-
KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup, Ini Penjelasan Kemlu SOal Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina
-
Viral Makanan Tak Layak Prajurit Marinir, Menteri Perang AS Ngamuk Serang Media
-
Seram! Ilmuwan Penting AS Menghilang Satu per Satu, Gedung Putih Desak FBI Usut Tuntas