Suara.com - Seorang aktivis nudis asal San Francisco, Amerika Serikat (AS) berencana menggelar serangkaian "Olimpiade Bugil" pada hari Sabtu akhir pekan ini. Menurut si aktivis, aktivitas bugil itu digelar sebagai bentuk dukungan bagi para atlet nudis yang ditangkap di Malaysia beberapa waktu lalu.
Gypsy Taub, sang aktivis pendukung hak-hak kaum nudis San Francisco, mengumumkan akan menggelar "Olimpiade Bugil" di Pantai Baker pada Sabtu waktu setempat. Menurut Gypsy, ajang itu menjadi yang kedua kalinya diadakan di San Francisco setelah sukses menggelar yang pertama pada tahun 2008 silam.
Gypsy mengatakan, pertandingan itu merupakan protes simbolis menentang penangkapan para peserta Malaysia Nudist Sports Games 2014 beberapa waktu lalu. Para peserta yang berasal dari Singapura, Myanmar, India, Filipina, dan Malaysia ditangkap saat menggelar acara olahraga bugil di sebuah taman nasional Malaysia.
Sebanyak lima peserta ditangkap usai laga yang digelar pada bulan Agustus itu selesai. Masing-masing dihukum penjara selama 30 hari ditambah denda.
Sementara itu, si videografer, orang yang merekam acara tersebut ditangkap dan dijerat dengan pasal distribusi dan kepemilikan materi pornografi.
Terkait "Olimpiade Bugil" yang hendak digelar pada Sabtu, mereka yang berminat dipersilakan mendaftar. Pendaftaran dimulai pada hari Sabtu, pukul 11.00 pagi. Olimpiade itu terdiri atas pertandingan sumo, lempar lembing, dan lari kepiting sejauh 50 meter. (UPI)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT