Suara.com - Koalisi Merah Putih (kubu Prabowo Subianto) tidak memasukkan PPP dalam paket pengajuan pimpinan MPR periode 2014-2019, alasannya partai tersebut masih bisa mengisi alat kelengkapan dewan.
Komposisi partai yang diajukan Koalisi Merah Putih adalah Partia Demokrat, Golkar, PKS, PAN, dan kelompok DPD.
Sebaliknya, Koalisi Indonesia Hebat (kubu Joko Widodo) memastikan untuk mengakomodir PPP -- anggota Koalisi merah Putih -- ke dalam paket pengajuan pimpinan MPR.
Komposisi paket pimpinan MPR yang akan diusulkan Koalisi Indonesia Hebat terdiri dari Oesman Sapta Odang (kelompok DPD) sebagai Ketua MPR dan empat wakil ketua, yaitu Ahmad Basarah (PDI Perjuangan), Lukman Edy (PKB), Hasrul Azwar (PPP) dan dari Partai Nasdem.
Menanggapi sikap Koalisi Merah Putih, Wakil Sekretaris Jenderal PPP Saifullah Tamliha mengatakan sesama anggota koalisi seharusnya berbagi kekuasaan.
"Kalau KMP tidak bisa menampung, jangan salahkan PPP kalau kita berpindah ke lain hati," kata Saifullah.
Saifullah menambahkan bila sampai detik-detik terakhir menjelang penetapan pimpinan MPR, Koalisi Merah Putih tidak mengakomodir PPP, sikap PPP berubah.
"Kalau sampai last minute KMP tidak berubah. Bukan kami yang khianati," katanya.
Saifullah mengaku tadi pagi berlangsung pembicaraan dengan Koalisi Merah Putih dan nama perwakilan PPP tidak diakomodir.
"Kita bersepakat harga mati, bukan kami haus kekuasaan, tapi ini komitmen (koalisi)," katanya.
Saat ini, PPP intensif berkomunikasi dengan PDI Perjuangan dari Koalisi Indonesia Hebat.
"Kita memerlukan kepastian itu. Kalau boleh saya bilang 60 persen sudah di Koalisi Indonesia Hebat. Kalau KMP tidak menerima," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko