Suara.com - Korban mutilasi Mayang Prasetyo, ternyata pribadi yang sangat menyayangi keluarganya. Hal itu dikatakan ibunda Mayang, Nining Sukarni.
Nining menyatakan jika Mayang rutin mengirim uang untuk keluarganya di Lampung guna memenuhi kebutuhan keluarga serta neneknya yang kini sudah renta.
“Sebulan sekali, dia kirim Rp3 juta sampai Rp4 juta buat sekolah adiknya. Buat dibagi sama neneknya juga,” ujar Nining saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/10/2014).
Ia menambahkan, Mayang sangat menyayangi sang nenek yang kini sudah berusia 85 tahun. Pasalnya, menurut Nining, ia dibesarkan oleh neneknya sejak usia satu tahun.
“Dia kan besar sama neneknya. sejak usia satu tahun sudah ditinggal ayahnya karena meninggal. Sedangkan saya merantau,” tambah Nining.
Seperti diberitakan, jenazah Mayang Prasetyo kini tengah diurus kepulangannya oleh Kementerian Luar Negeri dari Australia. Mayang menjadi korban pembunuhan dengan cara mutilasi oleh kekasihnya di Brisbane, Australia.
Peristiwa itu menggemparkan warga Australia karena usai dimutilasi, korban kemudian direbus. Sementara pelaku melakukan bunuh diri, sesaat usai ditangkap pihak kepolisian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
-
Rugikan Negara Rp2,1 Triliun, Eks Direktur SMP Divonis 4,5 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara
-
3 WNI Ditangkap Polisi Arab Saudi di Mekkah, Diduga Promosikan Haji Ilegal
-
Anggaran Rp4 T untuk 1.800 Perlintasan Kereta, DPR: Cukup Buat Palang Pintu, Gak Cukup Buat Flyover
-
Terungkap! Peran Eks Direktur SMP di Kasus Chromebook Bikin Heboh
-
Resmi! Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Daycare Usai Marak Kekerasan Anak
-
May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR