Suara.com - Pimpinan KPK Adnan Pandu Praja mengatakan kasus pengadaan bus Transjakarta ditangani Kejaksaan Agung.
"Mengenai kasus busway, kami sudah masuk ke dalam, ketika KPK bekerja namun kemudian Kejagung menetapkan Udar (Pristono) sebagai tersangka, maka seperti biasa, sebagaimana perjanjian antara kami Kejagung dan Polri, ketika instansi lain (Kejagung) masuk, maka proses KPK berhenti. Maka selebihnya dan bagaimana selanjutnya silakan tanya ke Kejagung," kata Adnan di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (14/10/2014).
Dalam menyelesaikan kasus korupsi, kata Adnan, instansi penegak hukum tidak sekedar berdasarkan kewenangan yang dimiliki, tetapi lebih kepada siapa yang menetapkan tersangka lebih dahulu.
Kendati kasus Transjakarta ditangani Kejagung, tidak tertutup kemungkinan KPK melakukan supervisi, namun tidak berangkat dari suatu yang apriori.
"Persoalannya bukan kuat atau tidak kuat, tapi ketika ada instansi yang menetapkan menjadi tersangka maka KPK menjadi berhenti. Namun, akan ada rencana untuk melakukan supervisi, tetapi jangan berangkat dari apriori," tambah Pandu.
Seperti diketahui, kasus pengadaan bus Transjakarta yang sebagian ternyata sudah karatan itu sering dikait-kaitkan dengan Joko Widodo selaku Gubernur DKI Jakarta.
Menjelang pelantikan Jokowi menjadi presiden, kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri Progress 98 mendesak DPR memanggil Kejagung yang dinilai tidak memeriksa Jokowi dalam kasus Transjakarta. Padahal, Kejagung sudah menetapkan Udar Pristono selaku Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta menjadi tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi