Suara.com - Seorang gadis remaja pemberani 17 tahun dengan nama panggilan Piroz menyatakan bangga karena berhasil membunuh sembilan tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam sebuah pertempuran jarak dekat yang brutal di Suriah.
Gadis dari suku Kurdi itu dipuji sebagai pahlawan karena ikut berusaha menghentikan teror dari kelompok militant yang hobi memenggal kepala sandera dan warga di Irak dan Suriah.
Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Piroz mengaku sempat juga terkena tembakan dalam sebuah serangan di sebuah pos pemeriksaan.
“Saya membunuh sembilan tentara di depan saya,” aku Piroz yang saat diwawancara mengenakan blus putih dan mengenakan gelang perak.
Meski demikian, Piroz rupanya tetap berniat untuk kembali ke arena pertempuran di garis depan setelah peluru yang besarang ditubuhnya berhasil dianggkat.
Piroz bersama barisan pejuang Kurdi ingin merebut kembali kendali kota Kobane, yang dekat dengan perbatasan Turki, dari tangan ISIS.
Dia bahkan mengkaku sudah siap menjadi martir pelaku bom bunuh diri agar bisa lebih banyak membunuh tentara ISIS lainnya. Namun belakangan niatnya itu dicegah oleh para pemimpin militer Kurdi.
"Ketika saya membunuh salah satu (ISIS), saya merasa bangga dan senang dan saya bercerita kepada semua orang,” kata Piroz lagi.
Remaja itu mengatakan, dia dilahirkan untuk melawan dan bergabung dengan brigade perempuan Kurdi yang menjadi tentara anti ISIS. (dailystar/CNN)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya