Suara.com - KPK telah memberi catatan khusus kepada sejumlah calon menteri kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka tercatat pernah memiliki masalah hukum dan pernah berurusan dengan KPK.
"Saya tidak tahu istilah merah, kuning atau hijau. Tapi memang ada catatan-catatan yang disampaikan Jokowi. Itu Pak Zul (pimpinan KPK, Zulkarnaen) yang menyampaikan di-stabilo merah, mungkin istilah gradasi catatan," kata Kepala Pencegahan dan Juru Bicara KPK, Johan Budi, di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa(21/10/2014).
Setelah menerima catatan dari KPK, Presiden Jokowi mendatangi KPK pada Minggu (19/10/2014) pukul 20.30 WIB. Jokowi menjadikan catatan tersebut sebagai bahan pertimbangan sebelum menetapkan siapa orang yang layak mengemban tugas sebagai menteri.
"Saya tidak tahu, tapi nama-nama itu akan menjadi catatan tersendiri bagi Jokowi. Karena itu, hari Minggu sekitar pukul 20.30 Jokowi hadir di KPK. Tidak didampingi tim transisi dan pimpinan KPK juga tidak didampingi struktural. Yang hadir di minggu malam itu BW, Pandu, AS, Zulkarnaen," kata Johan.
Seperti diketahui, akhir pekan lalu, Jokowi menyerahkan 43 nama calon menteri ke KPK agar ditelusuri rekam jejaknya. Jokowi melibatkan KPK dan PPATK untuk menjamin menteri-menterinya bebas dari masalah hukum, khususnya kasus korupsi. Jokowi-JK ingin kabinetnya berisi orang-orang yang bersih dan siap bekerja total untuk melayani rakyat. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
-
KAI dan BRIN Kolaborasi Kembangkan Teknologi ATP untuk Keselamatan Perjalanan Kereta
-
Teknologi Anti-Aging Makin Diminati, Dermalift Usung Advanced Treatments
-
Langkah Strategis Koperasi SMS DPD RI Menjawab Zaman
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim