Suara.com - Dua pasangan ganda putra Indonesia harus beradu di babak perempat final kejuaraan French Open Super Series 2014 yang akan berlangsung pada Jumat (24/10/2014) sore waktu setempat, di Stadion Pierre De Coubertin, Paris, Prancis.
Kedua pasangan ganda putra Indonesia itu adalah Markis Kido/Marcus Fernaldi Gideon, serta Hendra Aprida Gunawan/Andrei Adistia, yang akan memperebutkan tiket ke semifinal. Kido/Marcus masuk babak perempat final setelah mengalahkan ganda putra Polandia, Lukasz Moren/Wojciech Szkudlarczyk dengan skor 16-21, 21-11 dan 21-12. Sedangkan Hendra/Andrei maju usai menyingkirkan pasangan Thailand, Maneepong Jongjit/Nipithon Puangpuapech, dengan skor 17-21, 21-12 dan 21-19.
Sementara itu pada nomor ganda putri, Dian Fitriani/Nadya Melati akan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak perempat final, setelah Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa gagal di babak kedua. Pada babak kedua, Dian/Nadya menaklukkan ganda putri Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai, dengan skor 21-17 dan 21-18.
Selain itu, Indonesia masih punya satu wakil di tunggal putra yaitu Tommy Sugiarto, serta di ganda campuran lewat Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Hanya tunggal putri yang gagal melaju sampai sejauh ini.
Seperti diketahui, French Open Super Series 2014 merupakan kejuaraan dunia dengan total hadiah US$275.000, yang telah diselenggarakan sejak Selasa hingga Minggu (26/10) depan. [Antara]
Berita Terkait
-
Setelah Juara Langsung Jadi Manusia Silver: Kutukan Ganda Putra Indonesia?
-
Australian Open 2026: Wajah Indonesia Terselamatkan Gelar Tunggal Putra
-
Raymond/Nikolaus Gagal Juara, Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
-
Kandas di Final, Jonatan Christie Gagal Akhiri Puasa Gelar Indonesia Open
-
Singkirkan Juara Swiss Open, Jonatan Christie Melaju ke Semifinal Indonesia Open 2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar