Zi Xuan, bayi 11 bulan asal Shandong, Cina, selesai menjalani operasi pengangkatan belasan jarum yang tertanam di dalam tubuhnya, hari Selasa (28/10/2014) pagi waktu setempat. Sebelumnya, belasan jarum dikabarkan terdeteksi di dalam tubuh bayi tersebut.
Operasi pengangkatan jarum dari tubuh Zi Xuan berlangsung selama 5 jam. Lansiran CNR.cn, tim dokter di Rumah Sakit Anak Beijing mengambil jarum-jarum tersebut dengan operasi bedah.
Dengan melakukan pembedahan kecil dan bantuan kamera mini, perangkat video fiber optik serta teknologi yang disebut Computed Tomography, tim dokter mengangkat belasan jarum dari tubuh si bayi. Tim dokter mengungkap, tantangan terbesar dari operasi bedah tersebut adalah menentukan lokasi tepat dari jarum-jarum itu.
Mereka mengatakan, jika meleset sedikit saja, maka daging dan pembuluh di sekitar jarum bisa rusak. Sebanyak 10 dari 12 jarum yang diangkat merupakan jarum suntik. Sementara itu, dua lainnya merupakan jarum jahit.
Selama operasi berlangsung, ibunda Zi Xuan menunggu dengan cemas di luar ruang operasi. Ketika operasi selesai, ia menangis sejadinya.
Saat ini, Zi Xuan masih dirawat. Staf medis akan memantau kondisinya dengan melihat tanda-tanda vital serta memeriksa apakah terjadi infeksi pada luka-luka si bayi. Diperkirakan, Zi Xuan sudah boleh pulang pekan depan.
Polisi mengatakan, bibi dari si bayi yang mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun, diduga menjadi tersangka utama dalam kasus ini. (Asia One)
Berita Terkait
-
Cegah Terulang Kasus Batita Dianiaya, Pemerintah Harus Perbanyak Pelatihan Pengasuhan di Daycare
-
Fakta di Balik Aksi Keji Bos Daycare Meita Irianty: Kaki Bayi Miring hingga Jeritan Tangis Anak Saban Hari
-
Pasang Badan! KPAI Siap Beri Pendampingan Bayi MI Korban Penganiayaan di Daycare Depok
-
Banting Anak Pacarnya hingga Tewas Gegara BAB, Pria Penganiaya Bayi di Kalibata City Terancam 15 Tahun Bui
-
Biadab! Bayi Dianiaya hingga Histeris, Badannya Dilempar Berkali-kali ke Kasur
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia
-
Diskon Hingga Rp100.000! Nikmati Japanese BBQ di Gyu-Kaku Pakai Promo BRI
-
Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat
-
Demo 27 Agustus, Romli Atmasasmita Soroti Kesiapan Struktural dan Sistem Presisi Polri
-
Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus
-
Tinggal di Rumah Bambu Tanpa TV, Janda di Jogja Ini Syok Dicap Masuk Kategori Orang Kaya Desil 10
-
Pascakebakaran, Desa Adat Sade Dikebut Pulih Jelang Peak Season MotoGP
-
Purbaya Mau Anggaran MBG Dipangkas Lagi Tahun Ini Setelah Efisiensi Jadi Rp 229 T
-
Sebelum Tewas Dikeroyok, Penjual Cermin di Pejompongan Sempat Pingsan dan Dibawa ke RS Mintohardjo
-
Sering Berujung Represif, YLBHI Sebut Polisi Belum Paham Demo Adalah Hak Konstitusional