Suara.com - Beberapa orang mungkin bisa berbuat luar biasa demi kekasih hatinya. Namun, mungkin hanya sedikit atau jarang sekali berbuat seperti yang dilakukan oleh perempuan ini, seorang waitress di daerah Kodiak, Alaska.
Sang pelayan kafe yang hanya disebut bernama "Tina", konon telah menjalin hubungan romantis selama 9 bulan terakhir dengan lelaki idamannya yang berprofesi pelaut. Yang menarik adalah bahwa selama periode itu, Tina senantiasa berpura-pura sebagai gadis tuna rungu (tuli) tanpa sepengetahuan pacarnya, lantaran itulah pengakuannya saat mereka pertama bertemu.
Sebagaimana dikutip Huffington Post, sang perempuan mengisahkan cerita asmaranya itu dalam serial "My Crazy Love" yang episode perdananya tayang 28 Oktober ini di saluran Oxygen. Diungkapkan Tina, perjumpaan pertama mereka terasa bak adegan lambat (slow motion), terutama karena saat itu dia begitu terpana melihat ada sosok lelaki menarik yang tak pernah disangkanya akan dijumpai di Kodiak.
"Saya seperti membeku," tutur Tina dalam tayangan episode itu.
"Saya tak tahu kenapa... tapi saya kemudian memandang lelaki itu dan hanya berkata, 'Saya tuli.' Dia lalu menatapku, memegang bahuku dan berteriak, 'Namaku Chris,'" sambungnya.
"Lalu dia berbalik ke arah teman-temannya sambil mengatakan, 'Gadis tuli ini cantik sekali!'"
Lantas, seperti kisah-kisah fiksi romantis, keduanya pun menjadi pasangan kekasih yang sehari-harinya berkomunikasi melalui tulisan maupun sekadar bahasa tubuh. Tina tetap berusaha bertahan dengan kondisi 'tuli', yang olehnya terasa cukup mudah ketika Chris sempat harus pergi melaut (menangkap ikan) selama tiga bulan.
"Itu jadi semacam aturan tak tertulis. Yaitu jika kekasihmu pergi melaut, kamu tidak memberitahukannya kebohongan, rahasia-rahasia, atau hal lain semacam itu," lanjut Tina.
Namun tentu saja, tidak selalu mudah bagi Tina untuk tetap berusaha 'tuli'.
"Jika pintu terbanting keras, kamu tak boleh tak sengaja menoleh. (Begitu juga) Jika anjing menggonggong, kamu harus hati-hati jangan sampai menengok atau bereaksi apa-apa. Menyeberang jalan juga harus senantiasa pura-pura tak mendengar klakson kendaraan yang memperingatkanmu," ujarnya lagi.
Tapi, masih menurut Tina, setidaknya ada satu hal yang terasa menguntungkan baginya dalam kondisi tersebut.
"Di ranjang, tentu saja ceritanya bisa berbeda. Ya, saat itulah saya bisa berteriak sekeras yang kumau," ungkapnya. [Huffington Post]
Berita Terkait
-
Sisi Lain Kehidupan Bu Lira dalam Novel 'Kami (Bukan) Fakir Asmara'
-
Ajaklah Tuhan ke Tanah Jawa: Antara Fakta Sejarah dan Hubungan Spiritual
-
Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika
-
Demi Asmara Asrama, Antonio Blanco Jalani Latihan Panahan dengan Eks Atlet SEA Games
-
5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan