Suara.com - Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) sepakat berdamai. Sore ini, Kamis (10/11/2014), dijadwalkan perwakilan dari KIH dan KMP akan melakukan penandatangan nota kesepakatan perdamaian ini.
Empat orang menjadi perwakilannya, yaitu perwakilan KIH ada Pramono Anung dan Olly Dondonkambey, sedangkan perwakilan KMP ada Idrus Marham dan Hatta Rajasa.
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menerangkan, pertemuan tersebut tidak perlu dipublikasikan peristiwa penandatangan perdamaian ini. Sebab, pada prinsipnya sudah selesai saat rapat siang tadi.
"Ini kan nggak perlu masuk TV lagi, pada prinsipnya kesepakatan itu sudah tadi. Bukannya tertutup. Tapi nanti akan berkeliling, dari satu tempat ke tempat lain," kata Fahri di DPR, Jakarta, Senin (10/11/2014).
Siang tadi, Pramono dan Olly datang menghampiri pimpinan DPR. Dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh Kordinator KMP Idrus Marham.
Pertemuan menghasilkan tiga poin penting, yaitu kesepakatan memasukan KIH dalam alat kelengkapan dewan, pengubahan UU MD3 dan tatib, serta anggota DPR langsung bekerja setelah ini semua disepakati bersama.
Fahri menambahkan, dalam kesepakatan ini, KIH mendapatkan lebih dari 16 kursi pimpinan. Nantinya, sebelum penempatan kursi pimpinan, perlu dilakukan pengubahan UU MD3.
Politisi PKS ini menegaskan, tidak ada pengubahan anggaran untuk jatah kursi pimpinan, hanya jatahnya saja yang diubah.
"Nggak ada. Nggak ada (perubahan) anggaran. Itu biasa. Kalau di komisi nggak ada perubahan anggaran. Paling anggarannya adalah beli kursi satu, tapi kursinya sudah ada, nggak perlu beli. Kalau pimpinan DPR kan lain. Karena rumahnya lain, kendaraan dinasnya lain, gitu lho," katanya.
Skenarionya, 16 kursi pimpinan akan ditambahkan untuk 11 Komisi dan 5 Badan. Untuk saat ini, hanya Badan Anggaran (Banggar) saja yang belum terbentuk kepemimpinannya.
Menurut Fahri, bukan tidak mungkin KIH menduduki semua jatah pimpinan di Bangar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut
-
Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang