Suara.com - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Effendi Simbolon mengaku tidak takut diberikan sanksi oleh partainya atas sikap menolak rencana Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.
"Kalau partai berpikir sanksi, silakan saja, saya bicara prinsip, bukan hal abstrak. Ini kan ada hal konkrit untuk menangani sektor energi," kata Effendi, Selasa (11/11/2014).
Effendi meyakini PDI Perjuangan akan bijaksana terhadap kader yang memegang teguh sikap menolak kenaikan harga BBM demi tujuan yang positif.
Effendi mengatakan sikapnya merupakan bagian dari kritik terhadap rencana kebijakan pemerintah agar kelak berjalan dengan baik.
"Kita partai dewasa, kok sanksi. Ini peran dan fungsi saya mengritisi masalah energi. Saya terbuka dan terukur," tuturnya.
Sebelumnya, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR Aria Bima memastikan bila kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi sudah diputuskan oleh pemerintah, seluruh kader PDI Perjuangan akan mendukung.
"Tradisi di PDI Perjuangan, begitu keputusan sudah diberikan oleh ketua umum (Megawati) dan juga presiden (pemerintah yang didukung), semuanya akan taat. PDI Perjuangan akan sangat taat dengan keputusan partai," kata Aria Bima.
Namun, kata Aria Bima, karena saat ini belum ada keputusan resmi dari pemerintah, kader PDI Perjuangan boleh-boleh saja berpendapat atau memberikan masukan.
"Tapi, sekarang sih boleh melakukan wacana setuju atau tidak setuju dengan argumentasi yang berbeda. Karena setujunya sekarang dengan tidak setujunya waktu jaman Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), argumentasi substansinya harus sama," Aria Bima menambahkan.
Seandainya nanti sudah ada keputusan pemerintah dan ada kader PDI Perjuangan yang menentangnya, kata Aria, yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi sesuai dengan mekanisme partai.
"Kalau nanti sudah diputuskan kenaikan dengan argumentasi partai dan Pak Jokowi, anggota partai masih melakukan perlawanan, ya tentu akan mendapatkan sanksi," katanya.
Selain Effendi, kader PDI Perjuangan lainnya yang menentang rencana Jokowi adalah Rieke Diah Pitaloka. Ia menilai kenaikan harga BBM bersubsidi akan semakin memberatkan kehidupan masyarakat. Kabarnya, kenaikan harga BBM bersubsidi akan mulai dilakukan November 2014.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai