Suara.com - Juru runding Koalisi Merah Putih (KMP) Idrus Marham mempercayakan juru lobi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) Pramono Anung soal kesepakatan damai KMP-KIH.
Dalam kesepakatan damai ini, perlu dilakukan untuk merevisi atau mengubah Undang-undang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) sebagai langkah akomodir pimpinan alat kelengkapan dewan buat KIH.
"Jadi kita percaya kepada mas Pramono, dan kita tidak pernah mundur sedikit dari kesepakatan yang ada, kalau ada pikiran-pikiran lain yah biar KIH menyelesaikan internalnya saja," kata Idrus, di DPR, Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Hal ini sekaligus menanggapi adanya perbedaan sejumlah fraksi dari KIH yang tidak setuju dengan perubahan UU MD3 itu.
Menurutnya, pengubahan UU MD3 itu merupakan langkah yang disebut proporsionalitas. Nantinya, anggota KIH bakal mendapatkan 21 kursi pimpinan untuk ditempatkan dalam 11 komisi dan 5 badan.
"Karena itu kami tidak mau berdebat itu lagi karena sudah selesai. Oleh sebab itu pembicaraan kita dengan mas Pram dan itu sudah final," tuturnya.
Dia enggan berkomentar mengenai tidak turut hadirnya perwakilan dari anggota fraksi KIH lainnya, seperti PKB, Hanura, Nasdem dan PPP.
Menurutnya, dengan keterwakilan Pramono Anung dan Olly Dondokambey sudah cukup dalam mencari damai KIH-KMP.
"Jadi tidak etis kalau mau mencampuri persoalan itu, karena kalau siapapun yang mewakili KIH kami percaya. Karena itu kami percaya dengan yang mewakili," paparnya.
Tag
Berita Terkait
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara
-
Komisi X DPR Dorong Gaji Guru Minimal Rp 5 Juta, Respons Pernyataan Prabowo soal Kebocoran Anggaran
-
Siswa SD-SMP Batam Aksi Dukung MBG, DPR: Kemendikdasmen Selidiki Dugaan Mobilisasi Massa
-
Bobby Nasution Hadiri Peresmian 1.151 Km Jalan Inpres, Empat Ruas di Sumut Turut Diresmikan