Suara.com - Sebelum dirinya masuk program rehabilitasi narkotika beberapa waktu lalu, perenang dunia kebanggaan Amerika Serikat (AS), Michael Phelps, konon sempat menjalani hubungan panas dengan seorang perempuan berambut pirang yang usianya jauh lebih tua. Perempuan itu bernama Taylor Lianne Chandler.
Namun, sebagaimana ditulis Radar Online (RO) yang mengaku mendapatkan kabar eksklusif pertama kalinya, hal paling mengejutkan dari "affair panas" Phelps itu bukanlah perbedaan usia mereka yang mencapai 12 tahun. Melainkan adalah kenyataan bahwa Chandler yang berusia 41 tahun, ternyata dulunya terlahir sebagai lelaki.
Chandler yang mengaku sebagai bocah memiliki nama David Roy Fitch, kepada RO menyampaikan bahwa dia sebenarnya dilahirkan sebagai intersex, alias orang yang memiliki alat reproduksi laki-laki sekaligus juga perempuan.
"Saya dilahirkan dengan alat kelamin lelaki tanpa testis, tapi saya juga mempunyai uterus (rahim) walau tanpa ovarium (organ pemroduksi sel telur)," paparnya.
Menurut Chandler pula, saat masih berusia remaja, dia lantas mengganti namanya menjadi Paige Victoria Whitney. Lalu tak lama kemudian, dia pun menjalani operasi pembuangan kelamin lelaki miliknya untuk sepenuhnya menjadi seorang perempuan.
Kendati demikian, terkait hubungannya dengan Phelps, perempuan berpenampilan seksi ini menyatakan bahwa dirinya tidak segera mengungkapkan hal itu kepada sang pujaan hati. Termasuk ketika mereka sudah menjalani hubungan intim yang terbilang intens.
Menurut Chandler pula, mereka berjumpa melalui jasa kencan online Tindler, pada Agustus lalu, sebelum kemudian berjumpa pertma kalinya di kediaman Phelps untuk menonton pertandingan Ravens pada 21 September.
"Keintiman dengannya terasa luar biasa! Itulah pertama kalinya dalam hidupku seseorang mampu membuatku merasa seperti perempuan sesungguhnya," tutur Chandler, yang tanpa ragu juga menceritakan hubungan seks mereka dalam perjumpaan tersebut.
Namun ketika akhirnya Phelps ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk, serta kemudian harus masuk rehabilitasi, Chandler mengaku lantas coba menyampaikan fakta masa lalunya tersebut. Hanya saja, pengakuan yang ia sampaikan melalui e-mail itu sampai sekarang nyatanya tidak pernah direspons Phelps.
"Saya tak pernah berbohong padanya," ujar Chandler bersikeras. "Kami bersama hanya dalam waktu yang singkat, dan saya tak punya kesempatan menceritakan padanya tentang hidupku," sambungnya.
Kini, dengan Phelps yang dijadwalkan akan selesai masa rehabilitasinya pada pekan ini, Chandler pun mengaku "galau" dan tidak yakin bahwa hubungan mereka bakal berlanjut.
"Michael adalah sebuah 'brand', dan berhubungan dengan seseorang sepertiku mungkin bukanlah hal terbaik. Saya hanya berharap dia mengikuti kata hatinya, dan bukannya apa yang disampaikan orang-orang kepadanya," ucapnya pula.
Berita Terkait
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
-
ASEAN Para Games 2025: Renang Indonesia Panen Medali Emas, Pecahkan Empat Rekor
-
Dapat Bonus Rp2 Miliar, Atlet Renang Jason Donovan akan Hadiahkan untuk Orangtua dan Investasi
-
4 Rekomendasi Kolam Renang di Jambi Buat Rekreasi Keluarga
-
Sukses di SEA Games 2025, Akuatik Indonesia Bidik Pecah Telur Medali Asian Games Sejak 1990
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg