Suara.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dituding menggunakan gambar-gambar dari film porno dalam propaganda-propaganda terakhirnya, demikian dilaporkan Al Arabiya, mengutip laporan dari The Independent, Minggu (23/11/2014).
ISIS menggunakan gambar-gambar perempuan dalam pose vulgar yang diambil dari film-film porno Hongaria untuk menarik perhatian para pengguna sosial media, demikian dikatakan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat.
"Berhenti menggunakan foto-foto palsu untuk menipu orang dan mengajak mereka mendukung upaya kalian," bunyi tweet akun Think Again Turn Away yang dikelola oleh pemerintah AS.
Dalam foto-foto itu digambar seorang perempuan sedang diperkosa oleh sekelompok lelaki berseragam militer. Di bawah foto itu ISIS menulis, "Cukup sudah menyaksikan saudara-saudara mati, cukup sudah menyaksikan saudari-saudari kita menangis."
Foto yang sama sebenarnya pernah beredar di media-media Barat dan Timur Tengah sekitar 2005 dan 2009 dan diklaim sebagai pemerkosaan oleh militer Barat terhadap tahanan perempuan di penjara Abu Ghraib, Irak.
Belakangan media-media itu meminta maaf dan mengakui bahwa foto itu diambil dari website film porno AS dan Hongaria. Seragam yang dikenakan oleh para pemeran dalam foto dan film porno itu diketahui bukan seragam yang dikenakan tentara Barat di Irak dan bisa dibeli dengan mudah di toko-toko swalayan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?