Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui, program Parkir Meter yang diterapkan di Jalan Sabang Jakarta Pusat beberapa bulan lalu, dapat menghasilkan pendapatan Rp21 sampai Rp24 juta dalam satu malam.
Ahok menuturkan tak cuma Jalan Sabang yang akan diterapkan, nantinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan menerapakan di seluruh wilayah Ibu Kota.
"Bagus ini Parkir Meter, makanya sekarang kita lagi mau kelola biar semua daerah di Jakarta on side. Misalnya contoh, dulu Jalan Sabang, itu UPT (Unit Pelaksana Tugas) parkirnya cuma 500 ribu, Sekarang boleh bagi hasil 70:30 dengan kewajiban, pasang mesin semua, pasang CCTV semua," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (2/12/2014).
"Dan menggaji (tukang parkir) dua kali UMP, satu hari kita rata-rata terima Rp7 juta - Rp8 juta, artinya apa? income satu malam 21-24 juta, itu saja satu jalan belum full," jelas Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu sudah mengincar sejumlah wilayah yang dalam waktu dekat akan memasang Parkir Meter seperti di Pasar Baru, Juanda, Pluit, Marunda, dan Kapuk. Ia juga menerangkan sistem kerja Parkir Meter yang akan diterapkan di sejumlah titik itu, sistem kerjanya seperti yang sudah ada di Jalan Sabang, dengan menggunakan koin, nantinya kata Ahok akan diterapkan pembayarannya menggunakan e-money.
"Ya stadarnya kayak gitu (mesinya menggunakan koin), nanti bisa pakai e-money. Mungkin tahun depan baru bisa lagi diterapkan (pembayaran parkir menggunakan e-money)," ujar Ahok.
Tag
Berita Terkait
-
Buka Peluang ke World Marathon Majors, Pancasakti Run 2026 akan Dihadiri Ahok hingga Sandiaga Uno
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Membaca Ulang Keberagaman di Indonesia dalam Buku Ahok Koboi Jakarta Baru
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki