Suara.com - Politisi senior Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari menghimbau agar Partai Golkar, yang kini terpecah seharusnya tidak perlu berdebat tentang posisi partai beringin di pemerintahan.
Menurut Hajriyanto, Partai Golkar seharusnya mengikuti saja jalan konstitusi, yaitu mentaati apa yang diatur dalam UUD 1945.
"Sebetulnya soal posisi Partai Golkar di depan pemerintah tidak perlu menjadi ganjalan. Jika kedua kubu itu mau mencari jalan keluar dengan sungguh-sungguh pastilah akan ditemukan," kata Hajriyanto saat dihubungi wartawan, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Menurutnya, prinsip harusnya Partai Golkar bergabung dengan koalisi yang ada, baik Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), bukanlah menjadi hal yang utama. Sebab, menurut Hajriyanto, hal itu adalah pandangan yang sempit.
"Masih ada alternatif yg lain selain dua pilihan itu tadi (KMP atau KIH), yaitu apa yg disebut dengan 'jalan ketiga'," ujarnya.
"Yaitu, Tidak di KIH dan tidak di KMP. Tidak bergabung dengan pemerintah dalam koalisi pendukung pemerintah dan juga tidak menjadi oposisi di parlemen," tambahnya lagi.
Kemarin, dua kubu Golkar melakukan pertemuan di Kantor DPP Golkar. Sejumlah kesepakatan muncul dari pertemuan yang diharapkan bisa menemui jalan islah dua kubu. Salah satunya adalah kesamaan kesepakatan posis Golkar dalam Pemerintahan Jokowi-JK saat ini.
Namun, Golkar versi Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie (Ical) masih mempunyai perbedaan pandangan dengan Golkar versi Munas Jakarta yang dipimpin Agung Laksono tentang posisi Golkar yang mendukung pemerintah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja