Suara.com - Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, sejak Rabu (24/12/2014) malam hingga Kamis (25/12/2014) pagi dipadati kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, untuk mengisi liburan Natal dan Tahun Baru 2015.
Pada Kamis (25/12/2014), antrean kendaraan pribadi terlihat memadati pintu gerbang hingga enam Dermaga Pelabuhan Merak.
Selain itu, truk ekspedisi juga mengantre panjang untuk bisa masuk ke dalam gerbang pelabuhan.
Meskipun terjadi antrean kendaraan pribadi dan truk, tetapi kondisi Pelabuhan Merak berjalan lancar.
Petugas bekerja keras mengatur arus lalu lintas agar kendaraan segera diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
"Kami sudah tiga jam belum bisa diseberangkan ke Pulau Sumatera," kata Hendi, seorang pengendara mobil pribadi yang hendak menuju Palembang.
Ia mengaku berangkat dari Tangerang sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB masih mengantre di Dermaga Pelabuhan Merak.
"Kami berharap siang ini bisa diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung," katanya.
Kepala Bagian Humas PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak Mario S Oetomo mengatakan meskipun terjadi kepadatan penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Merak, tetapi perjalanan lancar dan warga bisa diseberangkan ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.
Petugas Pelabuhan Merak bekerja keras dengan mengatur lalu lintas di sekitar dermaga satu sampai enam.
Jumlah kendaraan diperkirakan di atas 6.000 unit dan terdiri atas sepeda motor, mobil pribadi dan truk.
Saat ini, ujar dia, kondisi Pelabuhan Merak ramai baik penumpang pejalan kaki dan penumpang di atas kendaraan.
PT ASDP Merak mengoperasikan sebanyak 28 kapal "roll on roll of" atau "Ro Ro" sehingga dapat mengatasi lonjakan pemudik itu.
Pengoperasian 28 kapal tersebut bisa melakukan perjalanan penyeberangan Merak-Bakauheni sekitar 90 trip.
Bahkan, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Merak antara 30 sampai 40 menit bisa dilakukan.
"Kami akan menambah kapal lagi jika terjadi peningkatan penumpang dan kendaraan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Merayakan 1 Muharram, Semangat Hijrah yang Relevan dalam Dunia Usaha
-
Momen Sakral Penggantian Kiswah Ka'bah di Masjidil Haram
-
Peringati 1 Muharram 1448 H, PSI Gelar Pengajian dan Santunan untuk 100 Anak Yatim-Dhuafa
-
Apa Saja Amalan Bulan Muharram? Ini Anjuran yang Sesuai Sunah
-
Bulan Suro Benarkah Keramat? Simak Penjelasannya dalam Islam
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak
-
Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif
-
BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan
-
BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan
-
BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda
-
BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset