Suara.com - Kepolisian Resor Kota Pasuruan, Jawa Timur, memeriksa empat saksi dalam kasus pembunuhan pelajar SMA Kristen St Albertus, Axel Alexander Elleaza, di rumah toko Kelurahan Trajeng, kota setempat.
"Kami sudah memeriksa empat saksi dalam kasus pembunuhan itu, termasuk penjual STMJ Zaenuri yang setiap harinya berjualan di sekitar ruko dan ibu korban, Natalia Evifani," kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng di Pasuruan, Sabtu (28/12/2014).
Dua saksi lainnya yang diperiksa merupakan teman Zaenuri dan seorang pembantu perempuan korban yang diduga mengetahui kejadian pembunuhan itu.
"Kami meminta agar identitas dua saksi tidak perlu disebutkan namanya demi keamanan dan kelancaran proses penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut," katanya.
Meski sudah memeriksa empat saksi, Bambang menilai kasus pembunuhan pelajar itu masih gelap dan pihaknya masih fokus pada lelaki misterius yang diketahui saksi masuk ke ruko sebelum korban ditemukan oleh ibunya dalam kondisi yang memprihatinkan.
"Kami masih fokus pada lelaki memakai jaket jumper biru, celana panjang gelap, tinggi sekitar 170 cm yang masuk ke dalam ruko dan tidak diketahui lagi kapan keluarnya," ungkapnya.
Alexander ditemukan dengan delapan luka tusukan di ruko Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Kamis (25/12/2014).
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan oleh ibunya dengan luka bacok bagian pergelangan tangan kiri, dada, dan perut di depan kamar mandi.
Alexander sempat dibawa ke RSUD Soedarsono bersama anggota Polsek Gadingrejo, namun di tengah perjalanan korban meninggal dunia karena kehabisan darah. (Antara)
Berita Terkait
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?