Suara.com - Seorang perempuan Israel mengaku diusir keluar dari dalam sebuah bus yang ia tumpangi lantaran memiliki rambut berwarna biru. Ia terpaksa keluar setelah pengemudi bus dan para penumpang meneriakinya agar turun dari bus.
Nati Ni, demikian nama perempuan muda tersebut. Lewat laman Facebooknya, Nati menceritakan kejadian tak menyenangkan yang ia alami.
"Sungguh penghinaan terhadap negara Israel! Mengapa engkau memakai warna bendera untuk mewarnai rambutmu?" tulis Nati menirukan kata-kata si pengemudi bus.
"Kau orang yang hina! kau orang yang keji! Apakah orang tuamu tidak mengajarimu?" lanjut si sopir.
"Apakah kau dibesarkan dengan orang kafir?" tambahnya.
"Saya tidak melakukan apapun sehingga pantas mendapatkan perlakuan seperti itu," kata Nati.
Menurut Nati, dua orang penumpang bangkit dari tempat duduknya dan memberikan dukungan kepada pengemudi bus dengan bertepuk tangan. Tak pelak, postingan Facebook Nati menuai banyak komentar. Salah satunya menyarankan Nati untuk menuntut Kavim, perusahaan yang mengoperasikan bus tersebut.
Menyusul insiden tersebut, perusahaan bus, melalui juru bicaranya, memberikan pernyataan.
"Perbuatan si pengemudi, sebagaimana digambarkan oleh penumpang (Nati) sangat bertolak belakang dengan semangat dan peraturan perusahaan," kata si juru bicara.
"Terkait komplain yang diajukan penumpang, pengemudi akan dipanggil dan dimintai keterangan untuk menyelidiki insiden ini," tutup si juru bicara. (Al Arabiya)
Berita Terkait
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta