Suara.com - Komisi V DPR menjadwalkan mengundang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KNKT, Basarnas, BMKG dan Angkasa Pura untuk membahas kecelakaan AirAsia QZ8501, besok, Selasa (13/1/2015). Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan terkini kasus kecelakaan pesawat dengan 162 penumpang dan awak itu.
"Untuk membahas beberapa isu-isu terkait musibah kecelakaan AirAsia, dan juga kita akan mendalami berkaitan dengaan persoalan langkah-langkah penaganan pencarian dan pertolongan evakuasi, dan perembangan terkair menyangkut blackbox," kata Ketua Komisi V Fary Djemy Francis, di DPR, Jakarta, Senin (12/1/2015).
Fary menerangkan, kemungkinan besar Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tidak hadir dalam rapat tersebut. Surat ketidakhadiran dari Jonan, sambungnya, juga sudah diajukan. Menurut Fari, Jonan meminta agar rapat tersebut diundur hingga 15 Januari.
"Beliau alasannya sedang sibuk dan ingin konsentrasi kepada upaya pencarian," ujar politikus Partai Gerindra ini.
Fary menambahkan, rapat tetap digelar meski Jonan tidak hadir. Sebab, pihak yang terlibat, Basarnas, KNKT, BMKG dan Angkasa Pura sudah bersedia hadir.
"Karena yang lain bersedia, kami tetap lanjutkan dengan jadwal semula. Saya tidak mau terlalu jauh, bisa saja bapak menteri besok berubah pikiran," tuturnya.
Fary belum berencana membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk menyelidiki kasus kecelakaan pesawat itu. Komisi V masih menunggu perkembangan yang tengah berjalan. Meski demikian, wacana pembentukan Panja sendiri sudah bergulir di internal Komisi V.
"Kalau memang kita butuhkan pasti akan ada langkah selanjutnya dari rapat kerja besok, mana kerja-kerja KNKT, kerja-kerja manajemen penerbangan agar lebih baik dan juga yang penting itu mengawasi keluarga korban dalam klaim asuransi yg diatur dalam uu no 1/2009 tentang penerbangan yg menjadi bagian tugas dan tanggungjawab Komisi V," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Malam-malam Mendiktisaintek Brian Yuliarto Datangi Istana, Dibonceng Patwal
-
Suara.com Bersama LMC Gelar 'AI Tools Training for Journalists' di Yogyakarta
-
Pengaduan Pelanggaran Hak Anak ke KPAI Melonjak, Identitas 66 Persen Pelaku Tidak Diungkap
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
Hirup Udara Bebas, Laras Faizati Ingin Ziarah ke Makam Ayah Hingga Main ke Mal
-
Pakar Hukum Sebut Pilkada Lewat DPRD Suburkan Oligarki dan Renggut Kedaulatan Rakyat
-
Mendagri Pimpin Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Laras Faizati Divonis Bersalah Tapi Bebas, Bivitri: Ini Bukan Putusan Demokratis
-
Prabowo Diprediksi Reshuffle Usai Evaluasi saat Retret, Siapa saja Menteri Layak Diganti?