Suara.com - Anggota Komisi III DPR mengunjungi rumah tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan di Jalan Duren Tiga Barat VI, Nomor 21, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2015) sore.
Kunjungan ini sudah diagendakan Komisi III sebelum jenderal bintang tiga itu ditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus gratifikasi oleh KPK. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses sebelum Budi Gunawan menjalani fit and proper test calon Kapolri, Rabu (14/1/2015).
Anggota Komisi III yang datang ke rumah calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo, antara lain Patrice Rio Capella (Fraksi Nasdem), Desmon Mahesa (Fraksi Gerindra), Masinton Pasaribu (Fraksi PDI Perjuangan, Junimat Girsang, dan Aziz Syamsudin (Golkar).
Ketika ditanya soal status baru Budi Gunawan, tidak ada satupun anggota dewan yang mau memberikan penjelasan.
"Tanya KPK aja mengenai itu (penetapan tersangka)," ujar Junimat Girsang.
Menurut pantauan suara.com, anggota dewan tiba sekitar jam 16.30 WIB. Hingga berita ini diturunkan sekitar jam 15.20 WIB, mereka masih berada di dalam rumah.
Saat ini, rumah tersebut mendapat penjagaan dari aparat kepolisian yang dilengkapi dengan senjata.
Ada kemungkinan, meski status Budi Gunawan menjadi tersangka, fit and proper test calon Kapolri akan tetap dilaksanakan. Tapi, sebagian fraksi meminta agar fit and proper test ditunda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget
-
ICW Laporkan Dugaan Korupsi Sertifikat Halal Rp49,5 Miliar di Badan Gizi Nasional ke KPK