Suara.com - Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan pimpinan DPR untuk rapat konsultasi membahas polemik calon Kepala Kepolisian Indonesia Budi Gunawan. Pertemuan akan dilakukan, Senin (2/2/2015) pekan depan.
Hanya saja Ketua DPR Setya Novanto tidak lengkap membeberkan isi persis pertemuan itu. Termasuk pilihan untuk mengganti Budi Gunawan.
"Nanti Senin akan ada rapat konsultasi antara Pimpinan DPR dan Presiden. Nanti coba akan kita tindaklajuti (calon Kapolri-red)," kata Setya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (30/1/2015).
Menurutnya, sampai saat ini belum ada pembicaraan terkait calon pengganti Budi. Setya menyerahkan ke presiden karena penunjukan Kapolri adalah hak preogatif Presiden.
"Sampai sekarang belum ada (penyampaian calon baru). Belum diajukan. Kita sabar menunggu," tuturnya.
Sebelumnya Jokowi memutuskan untuk menunda pelantikan Budi Gunawan sebagai Kapolri. Namun dalam rekomendasi Tim 9 KPK-Polri, Jokowi diminta untuk tidak melantik Budi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan gratifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia