Suara.com - Korban AirAsia yang tiba di RS Bhayangkara, Surabaya, hari ini, Senin (2/2/2015), ternyata berupa potongan tubuh dan bukan jenazah utuh.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Awi Setiyono belum berani memastikan apakah potongan tubuh bayi itu merupakan anak dari pasangan suami istri asal Korea Selatan yang telah lebih dulu ditemukan dan sudah dikremasi.
"Kami tidak bisa memastikan apakah potongan tubuh bayi itu anak dari pasutri dari Korea Selatan. Kami akan melakukan post mortem terlebih dahulu, termasuk jenis kelamin," ujar Awi, Senin (2/2/2015).
Awi menegaskan, meski hanya berupa potongan tubuh, tim DVI akan bekerja keras agar bisa mengidentifikasi potongan tubuh bayi itu.
Jenazah korban AirAsia QZ8501 terbaru itu ditemukan kemarin sore, Minggu (1/2/2015), di perairan Majene, Sulawesi Barat.
Awi Setiyono mengatakan, jenazah tiba di RS Bhayangkara sekitar pukul 10.50 Wib. Jenazah ini diterbangkan dari Makasar dengan menggunakan pesawat komersil Lion Air JT791.
"Jenazah tiba di terminal cargo Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 10.00 Wib. Setelah proses administrasi, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara dengan menggunakan mobil ambulans," ujar Awi.
Dengan kedatangan jenazah ini, total sudah 77 jenazah yang berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara, Surabaya.
Dari jumlah itu, 64 diantaranya sudah teridentifikasi, dengan rincian 29 perempuan dan 35 pria, sedangkan 13 jenazah lainnya, masih dalam prosea pendalaman oleh tim DVI Polda Jawa Timur. (Yovie Wicaksono)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gus Ipul Sambangi KPK, Minta Pengawasan Pengadaan Barang Kemensos agar Bebas Korupsi
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Barat, Satu Orang Meninggal Dunia: Diketahui Anggota BPK
-
Ahli: Virus Hanta di Kapal MV Hondius Tidak Berisiko Menjadi Pandemi Baru Seperti Wabah COVID-19
-
Tersangka Kasus Pencabulan di Pati Ditangkap, Menteri PPPA: Tak Bisa Diselesaikan Damai!
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
-
Tersangka Pencabulan Santriwati di Ponpes Pati Sempat Kabur, Menteri PPPA Desak Penahanan
-
3 Orang Meninggal Dunia, Kasus Pertama Hantavirus Ditemukan di Israel
-
Datang ke KPK, Gus Ipul Jelaskan Alasannya Pakai Mobil Listrik RI 27
-
Jelang Iduladha 2026, Pemprov DKI Siapkan 900 Sapi Kurban Bersertifikat Halal dan Sehat
-
Pemprov DKI Bagikan 357 Toren Gratis di Jakarta Timur, Warga Kini Tak Lagi Kesulitan Air Bersih