Suara.com - Polisi melakukan pengamanan ketat di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, jelang pembacaan putusan sidang sengketa Mahkamah Partai partai belambang beringin ini. Sebanyak 697 personel disiagakan di tempat ini dan dibagi ke dalam tiga ring pengamanan.
"Pagi ini kita melaksanakan pengamanan di DPP Partai Golkar. Jumlah pasukan yang diturunkan sebanyak 3 SSK atau sekitar 697 personel. Jadi Polres Metro Jakarta Barat di-backup Polda Metro Jaya, untuk memberikan rasa aman," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono di lokasi.
Kendaraan taktis juga disiagakan di lokasi. Diantaraya adalah satu unit kendaraan baracuda yang ditempatkan di depan Kantor Partai Golkar ini. Setiap orang yang masuk pun diperiksa kartu identitasnya oleh petugas pengamanan internal.
Sidang mahkamah partai ini merupakan tindak lanjut atas permohonan yang diajukan oleh pihak Munas Golkar versi Jakarta pimpinan Agung Laksono pada 6 Februari lalu.
Dua kubu, baik Munas Jakarta dan Munas Bali sebelumnya juga sudah mengajukan permohonan gugatan, kubu Bali ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sementara kubu Jakarta mengajukan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Kedua gugatan ini pun ditolak hakim dan diminta diselesaikan lewat mekanisme internal, yaitu Mahkamah Partai.
Berita Terkait
-
Sari Yuliati Resmi Dilantik Jadi Wakil Ketua DPR Gantikan Adies Kadir
-
Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Golkar: Mungkin Yang Dibayangkan Pilkada Model Orba
-
Rapimnas I Partai Golkar, Kader Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia
-
Akhir Pekan Ini Golkar Bakal Gelar Rapimnas, Bahas Apa?
-
Golkar: Legislator Harus Punya Kapasitas Memadai Lindungi Rakyatnya dari Bencana
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?