Suara.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah Sulawesi Selatan kekurangan anggaran untuk menggelar pemilihan umum kepala daerah serentak 2015. Mereka meminta tambahan dana.
Ada 11 kabupaten Sulawesi Selatan yang akan memilih kepala daerahnya. KPUD setepat mengatakan dana yang kurang itu untuk pembiayaan kampanye. Maka itu mereka meminta ada dana yang bersumber dari APBN. Karena minimnya anggaran yang dialokasikan dari APBD.
"Kita sudah pernah berkoordinasi saat menggelar rakor di KPU Sulsel dan ternyata hampir seluruh kabupaten itu minim anggarannya, makanya kita berharap adanya anggaran tambahan dari APBN," ujar Komisioner Divisi Data dan Teknis KPU Luwu Utara, Supriyanto di Makassar, Minggu (1/3/2015).
Dia mengatakan, dasar dari sejumlah penyelenggara pemilu mengharapkan dana APBD itu karena dalam Undang-Undang Pilkada yang telah disahkan beberapa waktu lalu oleh DPR-RI tercantum anggaran pemilihan yang berasal dari APBN dan APBD.
Supriyanto mengaku, pemerintah daerah dalam mendukung kinerja KPU telah mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD. Dana yang dialokasikan itu belum mencukupi semua kebutuhan.
"Dana yang ditanggung oleh APBD tidak terlalu banyak. Kalau empat item itu ditanggung KPU, maka anggaran pemilihan semakin berkurang sehingga menganggu anggaran lainnya," katanya.
Dia menjelaskan, ada empat jenis yang ditanggung oleh KPU. Di antaranya fasilitas debat kandidat, pemasangan alat peraga, penyebaran bahan kampanye dan iklan melalui media.
Sementara yang tidak ditanggung oleh KPU yakni kampanye calon peserta pemilu. Seperti kampanye tertutup dan terbuka. Dalam tahapan tersebut, penyelenggara pemilu sebagian menanggung kampanye bagi peserta pemilu.
"Empat jenis yang ditanggung penyelenggara pemilu itu sebaiknya dibebankan saja ke APBN karena akan semakin memberatkan kami," katanya.
Dia menambahkan, khusus untuk KPU Lutra, anggaran yang dimiliki saat ini sebanyak Rp8 miliar yang berasal dari APBD. Anggaran ini lebih kecil dari yang diusulkannya setahun lalu yakni Rp18 miliar.
Ia bahkan mengaku dengan minimnya anggaran ditambah dengan beban berat seperti keempat jenis itu, maka tidak akan mencukupi dana yang dimilikinya itu. Kecuali pada APBD Perubahan anggaran pemilihan ditambah.
Hal serupa juga diungkapkan Komisioner KPU Bulukumba Ambar Rusnita yang mengaku jika keempat jenis anggaran kampanye peserta pemilu, sebaiknya dibebabkan ke APBN saja. Sebab nilainya cukup besar jika dibebankan ke APBD.
Anggaran yang dimiliki KPU Bulukumba hingga saat ini masih kecil. Butuh tambahan pada APBD Perubahan. Dijelaskan, anggaran yang ada Rp15 miliar. Sedangkan KPU mengusulkan Rp19,8 miliar.
"Bayangkan saja, kalau anggaran Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara sekitar Rp200 juta. Belum anggaran lain yang mesti dikeluarkan," ucapnya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!